The Mad Meal from Cesarsyah Ardjil on Vimeo.
Another video from the family. This time, The super duo ICE Crew from FAB FAMILY Racht4 and Older+, collaborating with KOMA (Indo) from Artcoholic. Yea keep it coming, guys.
More videos at FABTV
Posted by ing on 11/03/10 has commented by 0 persons
The Mad Meal from Cesarsyah Ardjil on Vimeo.
Another video from the family. This time, The super duo ICE Crew from FAB FAMILY Racht4 and Older+, collaborating with KOMA (Indo) from Artcoholic. Yea keep it coming, guys.
More videos at FABTV
Posted by ing on 11/03/10 has commented by 0 persons
Notes from Wok The Rock :
Tepat pada hari raya Natal 2008 lalu, saya secara terbuka membagikan luapan kecintaan saya terhadap Frau kepada khalayak luas melalui blog saya di dailywhatnot.com. Beberapa rangkaian kata dalam blog tersebut saya kutip dalam tulisan ini. Saat itu, lagu Mesin Penenun Hujan yang hanya direkam Lani dengan menggunakan laptopnya telah menggeser singgasana lagu Malam Kudus dalam hati saya meskipun Frau tidak menciptakannya menjadi sebuah lagu rohani. Namun alunan nadanya serasa mampu memercikkan api pada lilin-lilin yang tersebar di segala penjuru gereja di dunia. Mungkin sudah saatnya Pusat Liturgi Gereja di Indonesia mulai menciptakan lagu-lagu baru yang lebih merona dan menggemaskan seperti Frau ini.
Frau adalah Leilani Hermiasih. Anaknya biasa saja. Lani berusia 21 tahun. Lulusan SMA Stella Duce 1 Yogyakarta yang saat ini duduk di bangku Jurusan Antropologi UGM. Setelah sempat mengenyam karir di Anggisluka, mencabik bass di Essen Und Blood dan menjadi kibordis ‘tambahan’ di Southern Beach Terror, mahasiswi ini diam-diam merangkai beberapa komposisi lagu yang dimainkan dan dinyanyikan sendirian. Beberapa lagunya mengadopsi jurus maut Regina Spektor dan sisanya punya rasa lebih manis dikecap di segala cuaca dan suasana layaknya musik pop ampuh pada umumnya.
Frau muncul ditengah maraknya solois-solois perempuan muda yang leluasa memainkan alat musik sambil bersenandung menjeritkan imajinasi, perasaan atau lika-liku hidupnya didepan mikrofon dan kamera mungil yang tertanam di laptopnya. Sebuah aktivitas privat diluar rutinitas yang tak jarang tersiar di situs-situs dunia maya hingga ajakan ajaib untuk unjuk gigi diatas panggung. Sebagian lagu dalam album ini sebelumnya pernah direkam seadanya dan beredar luas di kalangan muda-mudi di Yogyakarta. Namun, tidak semua orang memiliki pendengaran yang ramah menerima rekaman ’seadanya’. Untuk itulah album ini dirilis dan disebarkan untuk dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.
‘Starlit Carousel’ juga akan dirilis dalam keping CD oleh Cakrawala Records yang didistribusikan oleh Demajors. Versi fisik ini tentu saja dikemas eksklusif dengan kejutan yang berbeda dengan versi digital. Meskipun sosoknya lugu dan biasa saja, Frau telah siap melancarkan sebuah serangan umum 11 Maret yang kedua dengan anggun dan bersahaja.
Continue More for more info, the track list, and the download link.
Posted by ing on 10/03/10 has commented by 0 persons
Posted by ing on 10/03/10 has commented by 0 persons
Posted by ing on 09/03/10 has commented by 0 persons
ABZTRACT has partnered up with their good friends at ROGUE STATUS to put on an amazing art show in Los Angeles on April 3rd. And guess what, Bandung’s very own STEREOFLOW of FABFAMILY is one of the featured artists. Now that’s what’s up!
Continue Read for more info of the event.
Posted by ing on 08/03/10 has commented by 0 persons
Rest in Peace Dare † 06.03.2010 from I Love Graffiti on Vimeo.
Rest in Peace
Sigi von Koeding
1968 – 2010
Posted by iqra on 05/03/10 has commented by 0 persons
New Wadezig! Black Coated Denim. Available in Store on limited stock. Grab it fast dude!
Click continue read for more details
Posted by iqra on 05/03/10 has commented by 3 persons
Selvedge atau selvage (Us English) merupakan untaian atau jalinan tenunan kain denim yang terdapat pada bagian samping kain denim. Selvedge dibuat untuk menghindari kain yang sudah ditenun terlepas atau terdedel. kata Selvedge sendiri diambil dari frase Self-Edge, yah untuk melindungi diri sendiri
Why selvedge become special?
Selvedge denim dihasilkan oleh mesin-mesin shuttle loom tua (mesin buatan tahun 1890-1930an). Awalnya para produsen denim Amerika yang menggunakan mesin Shuttle loom tersebut, hingga pada tahun 1930an dimana permintaan akan denim terus meningkat dan produksi denim menggunakan shuttle loom hanya mampu membuat lebar denim sepanjang 70-80 cm dan setiap satu helai celana membutuhkan hingga 3 yard panjang bahan, membuat produsen beralih ke mesin yang lebih modern, dimana mesin bisa memproduksi denim lebih lebar dan produksi bisa lebih cepat. Sehingga shuttle loom tradisional mulai ditinggalkan. Kemudian mesin-mesin tersebut dibawa ke Jepang dan para produsen jeans Jepang tetap menggunakan shuttle loom hingga sekarang untuk menjaga ke-autentikan denim mereka.
Selain itu para produsen jeans menggunakan warna yang berbeda-beda untuk membedakan selvedge denim yang mereka ciptakan dengan denim lainnya. sehingga ada yang menggunakan warna merah, ungu, orange, hijau sebagai color band atau color code dari denim yang mereka produksi.
so karena lebar bahan yang lebih pendek dari bahan denim pabrikasi umumnya serta warna yang berbeda setiap tempat pemintalan, membuat selvedge denim menjadi rare dan memiliki harga yang diatas rata-rata.
Click more to see the details