UNKNOWN ASIA 2025

UNKNOWN ASIA 2025

UNKNOWN ASIA 2025

Art fair yang semi kompetisi 

 

Zikry dan Ica akan memulai perjalanan yang panjang untuk menghadiri undangan pameran di Unknown Asia 2025, Osaka, Jepang.

Sebelum kami bercerita tentang trip ini, kami akan menjelaskan lebih dulu, mengenai Unknown Asia. Unknown Asia adalah sebuah art fair tahunan yang diadakan di Osaka jepang sejak tahun 2014. Ruangnya begitu terbuka lebar untuk para pelaku seni visual dan bagi yang tertarik, setiap tahun Unknown Asia membuka panggilan terbuka untuk seluruh seniman di Asia. Khasnya, art fair yang diadakan oleh Unknown Asia tak seperti art fair pada umumya yang kental dengan kesan pasar seni rupa. Namun, ada balutan semi kompetisi dengan menghadirkan para juri yang berasal dari beberapa negara di Asia,banyaknya reviewer dari berbagai bidang kesenian, para sponsor, juga para organizer dari Unknown Asia itu sendiri yang turut memberi apresiasi. Penilaiannya kental dengan nilai yang subjektif.

Alhamdulillah, Tahun 2025 ini, Zikry Rediansyah sebagai seniman muda asal Bandung, mendapati undangan secara langsung dari Juri Unknown Asia yang berasal dari Indonesia untuk berpameran disana. Tetapi, Zikry bukan satu-satunya seniman Indonesia yang hadir disana, melainkan ada 5 seniman Indonesia lainnya yang ikut menampilkan karya-karyanya.

Perjalanan berpameran di Unknown Asia dimulai sejak tanggal 2 Desember 2025. Kami berangkat dari Bandung, dan sampai di Osaka pada tanggal 3 Desember 2025. Disambut dengan cuaca yang berawan, berangin yang cukup menusuk dengan suhu mencapai 9 derajat celcius saat itu. Pakaian 3 lapis, karya-karya di dalam kotak dus yang terkoyak angin menjadi sambutan yang menyenangkan. Sesampainya di penginapan, kami mendahulukan untuk mengecek kondisi karya-karya, alhamdulilah semuanya aman tanpa ada kerusakan sedikitpun. 

Kami mengikuti seluruh jadwal yang diberikan oleh panitia.

tanggal 4 Desember 2025, pukul 5 sore untuk menaruh karya-karya pada booth.

tanggal 5 Desember 2025 pukul 10 pagi adalah jadwal untuk memajang karya dalam booth. Pada pukul 15.00 waktu Osaka, art fair Unknown Asia, resmi dibuka.

Hari pertama ini, ramai didatangi oleh banyak orang. Mereka adalah para tamu undangan, mereka juga adalah sebagai reviewer dan para sponsor. Tiap-tiap dari mereka dibekali 10 kartu berwarna bertuliskan “love it” juga data diri mereka dan satu stiker bertuliskan reviewer prize. Mereka datang menyambangi setiap booth yang menarik perhatian, baik secara visual maupun konsep yang dibawa oleh tiap-tiap seniman. Biasanya mereka akan bertanya lebih untuk mengetahui isi karya. Jika tertarik, maka mereka akan mengapresiasi seniman dengan memberikan satu buah kartunya, yang kemudian kartu tersebut ditempel pada dinding booth. Semakin banyak kartu yang diterima seniman, maka akan menjadi akumulasi untuk nantinya akan reward yang lebih tinggi lagi.

Hari kedua, tanggal 6 Desember 2025, pameran dibuka pukul 10.00, kali ini tamu yang hadir bisa dikatakan lebih sedikit dari kemarin, kebanyak yang datang adalah masyarakat umum; kebanyakan keluarga dan orang muda dari berbagai latar belakang. Beberapa pengunjung yang kami ajak ngobrol, kebanyakan dari mereka adalah art lover dan mahasiswa seni rupa yang sedang mencari inspirasi untuk membuat tugasnya di kampus.

Pada hari kedua ini juga adalah hari pengumuman akumulasi dari kartu-kartu yang diberikan oleh juri, reviewer dan sponsor. Para juri, sponsor maupun reviewer mengumumkan 1 seniman pilihannya. Sayangnya, Zikry belum mendapatkan salah satu dari nominasi tersebut, tapi kesempatan yang didapat adalah membuka jejaring dengan seniman, kurator maupun medan seni rupa disana, bentuk kerjasama pameran dengan salah satu galeri di Osaka dan salah satu karyanya yang dikoleksi oleh salah seorang kolektor disana.

Pada hari terakhir, di tanggal 7 Desember 2025, pameran di buka lebih singkat, sampai jam 5 sore saja. Setelahnya kami harus cepat bergegas menurunkan karya dan membawa karyanya pulang, atau ada juga yang saling barter karya. Hari terakhir suasananya menjadi haru, kami saling bertukar kartu nama atau bertukar ig, saling berpesan “keep in touch”.

Unknown Asia, menjadi jendela yang baru saja kami buka. Disana kami melihat bagaimana seni lintas Asia bekerja dengan ramai dalam satu ruang, mereka berbicara banyak hal; mengenai yang domestik hingga mengenai pandangan dirinya sebagai lapisan ketiga yang menghimpit diantaranya; politik, alam, budaya maupun pandangan mengenai medan seni rupa itu sendiri. Inklusifitasnya pun terasa, dari kehadiran seniman anak, seniman lansia, dan seniman otodidak. Keragaman pun berasa, ada lowbrow ada juga yang kontemporer ditempatkan secara acak mungkin supaya terlihat semua seni visual yang hadir ngeblend.

oleh : Ica Mangadil

Foto : Dokumentasi Zikry dan Ica

Osaka, Desember 2025

 

 

Back to blog

Leave a comment

Please note, comments need to be approved before they are published.